Senin, 21 Oktober 2019

PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


PENDAHULUAN DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


Nama  : Annisa Dian Pratiwi
NPM    : 20216940
Kelas   : 4EB10

UNIVERSITAS GUNADARMA

============================================ 

PENDAHULUAN
Manajemen adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Secara etimologi kata manajemen diambil dari bahasa Perancis kuno, yaitu menagement, yang artinya adalah seni dalam mengatur dan melaksanakan. Manajemen dapat juga didefinisikan sebagai upaya perencanaan, pengkoordinasian, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efisien dan efektif.
Sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM adalah individu yang aktif untuk menggerakan suatu organisasi. Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan faktor yang lain. Sumber daya manusia terdiri dari dua hal, yaitu daya fisik dan daya pikir yang nantinya akan menentukan kemampuan manusia.
Sebagai ilmu, manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai ilmu untuk mengatur hubungan dan peran tenaga kerja secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Manajemen sumber daya manusia adalah proses dan upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi, serta melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan dalam mencapai tujuan.


TINJAUAN PUSTAKA
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang ditetapkan (Panggabean, 2007:15).
Manajemen sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi (Sulistiyani dan Rosidah, 2009:11).
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian pelaksanaan dan pengendalian (Veithzal, 2009:1).
Manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan yang mengatur tentang cara pengadaan tenaga kerja, melakukan pengembangan, memberikan kompensasi, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja melalui proses-proses manajemen dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Yuli, 2005:15).
Tujuan utama  manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi pegawai terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan. Hal ini dapat di pahami karena semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan, tergantung kepada manusia yang mengelola organisasi yang bersangkutan. Oleh sebab itu, sumber daya manusia tersebut harus dikelola agar dapat berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan organisasi.


PEMBAHASAN
1.   Pengertian Manajemen
Management berasal dari kata to manage yang berarti mengatur. Manajemen adalah suatu proses pengaturan dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi melalui kerjasama para anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Berarti manajemen merupakan perilaku anggota dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Dengan kata lain, organisasi adalah wadah bagi operasionalisasi manajemen.
Terry (1973) menjelaskan “management is performance of conceiving and avhieving desired results by means of group efforts consisting of utilizing human talent and resources”. Proses mengarahkan dan menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, seperti material, uang, metode dan pasar untuk mencapai tujuan organisasi.
Clayton Reeser (1973) berpendapat bahwa manajemen ialah pemanfaatan sumber daya pisik dan manusia melalui usaha yang terkoordinasi dan diselesaikan dengan mengerjakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pengarahan dan pengawasan.
                         
2.   Fungsi-Fungsi Manajemen
Fungsi Manajemen terdiri atas 4 fungsi utama yang dikenal dengan istilah POAC, yaitu :
a. Planning (fungsi perencanaan)
Planning merupakan tindakan awal dalam aktivitas manajerial pada setiap organisasi. Planning adalah bagaimana perusahaan menetapkan tujuan yang diinginkan dan kemudian menyusun rencana strategi bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Manajer dalam fungsi perencanaan harus mengkaji dan mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum memutuskan karena ini adalah langkah awal yang bisa berpengaruh secara total dalam perusahaan kedepannya.
Beberapa aktivitas dalam fungsi perencanaan yaitu:
·     Menetapkan target bisnis
·     Menyusun strategi
·     Menentukan sumber daya yang dibutuhkan
·     Menetapkan standar kesuksesan
Perencanaan dari sudut pandang jenjang manajemen bisa dibagi kedalam beberapa jenjang:
·     Top Level Planning; menekankan tujuan jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi tangung jawab manajemen puncak.
·     Middle Level Planning; menyiapkan cara-cara yang akan ditempuh untuk merealisasikan tujuan dari sebuah perencanaan dijalankan.
·     Low Level Planning; mengarah kepada kegiatan operasional perusahaan.

b.   Organizing (fungsi pengorganisasian)
Organizing merupakan fungsi manajemen yang kedua dan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan suatu rencana organisasi. Organizing adalah pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang dimiliki agar bisa menjalankan rencana-rencana yang sudah diputuskan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Winadi (1990) pengorganisasian ialah suatu proses di mana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas-aktivitas mengkoordinasikan hasil yang dicapai untuk mencapai tujuan tertentu. Unsur Unsur Organizing:
·     Sekelompok orang yang diarahkan untuk bekerja sama
·     Melakukan kegiatan yang sudah ditetapkan
·     Kegiatan  yang diarahkan untuk mencapai tujuan

c.   Actuating / Directing (pengarahan)
Directing adalah upaya untuk menciptakan suasana kerja dinamis, sehat agar kinerjanya lebih efektif dan efisien. Directing meliputi pemberian petunjuk/memberi gambaran tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan sehingga para manajer harus memotivasi staf dan personil organisasi agar secara sukarela mau melakukan kegiatan sebagai manifestasia rencana yang dibuat.
Beberapa kegiatan pada fungsi pengarahan :
·     Membimbing dan memberi motivasi kepada pekerja supaya bisa bekerja secara efektif dan efisien
·     Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan
·     Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan

d.   Controlling (pengendalian)
Controlling merupakan proses pengamatan atau pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan adanya controlling diharapkan penyimpangan dalam berbagai hal dapat dihindari sehingga tujuan dapat tercapai. Controlling atau pengawasan dapat dilakukan secara langsung (direct control) maupun pengawasan tidak langsung (indirect control).
Kegiatan pada fungsi pengendalian misalnya:
·     Mengevaluasi keberhasilan dan target dengan cara mengikuti standar indikator yang sudah ditetapkan
·     Melakukan klarifikasi dan koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan
·     Memberi alternatif solusi yang mungkin bisa mengatasi masalah yang terjadi.
Controlling akan berjalan efektif dengan memperhatikan hal hal berikut :
·     Routing (jalur), manajer menetapkan cara atau jalur supaya bisa dengan mudah mengetahui letak dimana suatu kesalahan sering terjadi.
·     Scheduling (penetapan waktu), Manajer menetapkan kapan semestinya pengawasan harus dijalankan. Kadang-kadang, pengawasan yang terjadwal mungkin tidak efisien dalam menemukan suatu kesalahan, dan sebaliknya, sesuatu yang dijalankan secara mendadak malah lebih berguna.
·     Dispatching (perintah pelaksanaan), adalah pengawasan yang berupa suatu perintah pelaksanaan pada pekerjaan. Tujuannya supaya suatu pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Perintah bisa membuat sebuah pekerjaan bisa terhindar dari kondisi yang terkatung katung, dan pada ujungnya apabila terjadi kesalahan, bisa dengan mudah diidentifikasi siapa yang melakukan kesalahan
·     Follow Up (tindak lanjut), Manajer mencarikan solusi apabila terdapat kesalahan yang ditemukan. Tindak lanjut bisa dengan memberikan peringatan terhadap pihak yang sengaja atau tidak sengaja melakukan kesalahan dan memberikan petunjuk supaya kesalahan yang sama tidak akan terulang kembali

3.   Pengertian Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aspek yang amat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi ataupun industri. SDM juga adalah kunci yang memastikan kemajuan industri. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai pelopor, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu. Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yakni pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro merupakan individu yang beroperasi dan menjadi bagian suatu industri atau institusi dan umum dikenal sebagai karyawan, pegawai, tenaga kerja, pekerja, buruh dan lain sejenisnya. Sedangkan pengertian SDM secara makro merupakan masyarakat suatu negara yang telah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja ataupun yang telah bekerja.

4.   Fungsi-Fungsi Operasional Sumber Daya Manusia
Fungsi-fungsi operasional SDM antara lain:
·     Pengadaan (procrutment) adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
·     Pengembangan (development) adalan proses peningkatan ketrampilan teknis, teoristik, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan.
·     Konpensasi (conpesation) adalan pemberian balas jasa langsung (direct) dan tidak langsung (inderct), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikannya kepada perusahaan.
·     Pengintegrasian (integration) adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan.
·     Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar mereka bekerja sama sampai pension.
·     Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk menaati peraturan-peraturan perusahaan dan norma-norma social.
·     Pemberhentian (separation) adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu perusahan.

5.   Variabel-Variabel lain yang Mempengaruhi Keberhasilan Organisasi
a. Karakteristik Individu
Karakter individu terdiri atas jenis kelamin, tingkat pendidikan, umur, masa kerja, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan posisi, peneliti peneliti dalam bidang manajemen SDM  dan perilaku organisasi banyak melakukan penelitian tentang hubungan  karakteristik individu dengan sikap dan perilaku karyawan (panggabean, 2001;2002).

b. Karakteristik Organisasi
Karakteristik organisasi meliputi kompleksitas , formalisasi ,dan sentralisasi kompleksitas mencerminkan jumlah unit yang ada dalam organisasi formalisasi merujuk kepada banyaknya pelaksanaan tugas yang bersandarkan kepada peraturan , sedangkan sentralisasi  di definisikan sebagai  siapa yang dapat mengambil keputusan (pemimpin atau pelaksana) sentralisasi ada jika keputusan di tangan pemimpin, sebaliknya akan di katakana ada desentralisasi jika jawaban tentang apa, bagaimana, kapan, dan dengan siapa pekerjaan akan dilaksanakan diputuskan oleh pelaksana semakin banyak pertanyaan itu dapat di jawab sendiri oleh pelaksana maka semakin dapat dikatakan ada desentralisasi, bagaiman pengaruh karakteristik organisasi terhadap sikap dan perilaku karyawan banyak di lakukan oleh para peneliti di bidang teori organisasi dan perilaku organisasi (Melcher 1976).

c. Karakteristik Pekerjaan

Karakteristik pekerjaan terdiri atas keanekaragaman tugas, identitas tugas, keberartian tugas,otonomi dan umpan balik  berbagai penelitian dalam bidang manajemen SDM dan perilaku organisasi banyak meneliti  hubungan antara karakteristik tugas dan perilaku. Berikut dibahas pengertian dari masing masing konsep:

·       Keanekaragaman Tugas
Merujuk kepada adanya kemungkinan bagi karyawan untuk melaksanakan kegiatan , prosedur, dan bahkan peralatan yang berbeda pekerjaan yang beraneka ragam biasanya di pandang sebagai pekerjaan yang menantang  karena mereka menggunakan keterampilan yang
·       Identitas Tugas
Memungkinkan karyawan mengerjakan sebuah pekerjaan secara menyeluruh sanagt terspesialisasi cenderung menciptakan tugas yang rutin  dan mengakibatkan seseorang hanya mengerjakan satu bagian saja dari keseluruhan pekerjaan , hal ini menimbulkan adanya perasaan tidak melakukan apa apa oleh karena itu  dengan memperluas tugas tugas yang dapat meningkatkan perasaan mangerjakan seluruh pekerjaan berarti meningkatkan identitas tugas.
·       Keberartian Tugas
Merujuk kepada besarnya pengaruh dari pekerjaan yang di lakukan seseorang terhadap pekerjaan orang lain. Sangat penting bagi seseorang untuk mempunyai perasaan melakukan pekerjaan yang sangat berarti bagi perusahaan maupun masyarakat untuk itu adalah penting apabila pemimpin memberitahukan di depan orang lain bahwa pekerjaannya sangat berarti bagi perusahaan.
·       Otonomi
Merujuk kepada adanya ide bahwa karyawan  dapat mengendalikan sendiri tugas tugasnya hal ini penting untuk menimbulkan rasa tanggung jawab .cara yang umum di pakai adalah melalui manajemen berdasarkan sasaran.karena dengan cara ini karyawan memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri tujuan pribadi dan tujaun kerjanya.
·       Umpan balik
Merujuk kepada informasi yang diterima oleh pekerja tentang seberapa baiknya ia melaksanakan tugasnya . penelitian tentang hubungan karakteristik pekerjaan dengan sikap dan perilaku organisasi banyak dilakukan oleh peneliti di bidang MSDM dan perilaku organisasi

6.   Sikap Kerja
Menurut Kenneth (1992), sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan.
Sedangkan menurut Sada (2008), sikap kerja sebagai tindakan yang akan diambil karyawan dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan. Sikap kerja dapat dijadikan indikator dalam sebuah pekerjaan dapat berjalan lancar atau tidak, masalah antar karyawan ataupun atasan dapat mengakibatkan terabaikannya sikap kerja.
Adapun  faktor-faktor yang mempengaruhi sikap kerja menurut Blum and Nylon (2008) antara lain:
1)      Kondisi kerja, meliputi lingkungan fisik maupun sosial berpengaruh terhadap kenyamanan dalam bekerja.
2)      Pengawasan atasan, pengawasan dan perhatian yang baik dari atasan dapat mempengaruhi sikap dan semangat kerja.
3)      Kerja sama dari teman sekerja, adanya kerja sama dari teman sekerja juga berpengaruh dengan kualitas dan prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan.
4)      Kesempatan untuk maju, jaminan terhadap karir dan hari tua dapat dijadikan salah satu motivasi dalam sikap kerja.
5)      Keamanan, rasa aman dan lingkungan yang terjaga akan menjamin dan menambah ketenangan dalam bekerja.
6)      Fasilitas kerja, fasilitas kerja yang memadai berpengaruh terhadap terciptanya sikap kerja yang positif.
7)      Imbalan, rasa senang terhadap imbalan yang diberikan baik berupa gaji pokok maupun tunjangan  mempengaruhi sikap dalam menyelesaikan pekerjaannya.

7.   Perilaku Karyawan
Perilaku adalah tingkah laku yang terdiri atas tingkah laku yang tidak dapat dari luar, misalnya keinginan untuk pindah (intent to leave) dan ada yang dengan jelas dilihat dari luar, misalnya perputaran tenaga kerja dan ketidakhadiran. Dari teori dapat diketahui bahwa ketidakpuasan atau kepuasan yang rendah akan meningkatkan perputaran tenaga kerja dan ketidakhadiran. Konsep-konsep ini paling sering digunakan untuk memahami semangat kerja karyawan (Talacchi, 1960). Berikut diuraikan cara pengukurannya.

1.  Perputaran Tenaga Kerja
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur perputaran tenaga kerja adalah data yang dapat diperoleh dari bagian personalia, namun karena untuk memperoleh data dari masing-masing karyawan yang dijadikan responden dalam penelitian pada umumnya sukar untuk diperoleh, maka untuk itu digunakan konsep perilaku yang tidak langsung dapat dilihat yaitu keinginan untuk pindah (intent to leave).

2.  Keinginan untuk Pindah
Keinginan untuk pindah dapat diukur dengan mengembangkan pertanyaan yang dikemukakan oleh Hom and Griffeth, 1991; 1995; Motowildo, 1983, yaitu sebagai berikut.
- I have been thingking about quitting the present job.
- I have been evaluating the cost of quitting my job.
- I intent to quit
- I will quit my job uin the next six months.

3.  Ketidakhadiran
Dari uraian sebelumnya dapat diketahui bahwa ketidakhadiran adalah kegagalan untuk hadir di tempat kerja pada hari kerja. Faktor-faktor penyebab perilaku ini banyak diteliti karena dapat mempengaruhi prestasi kerja.

4.  Hubungan Ketidakhadiran dengan Kepuasan Kerja
Penelitian tentang hubungan ketidakpuasan dengan ketidakhadiran adalah rumit. Pandangan tradisional mengemukakan bahwa ketidakhadiran disebabkan oleh ketidakpuasan (Porter and Steers, 1973), namun kemudian para peneliti mengemukakan bahwa ketidakhadiran yang menyebabkan ketidakpuasan kerja (Goodman and Atkin, 1984; Rhodes and Steers, 1990). Sehingga akhirnya ada pula yang mengemukakan bahwa hubungannya timbal balik (Clegg, 1983) dimana ia berpendapat bahwa dengan menggunakan beberapa pengujian yang berkelanjutan (few longitudinal test) ditemukan bahwa ketidakhadiran lebih sering mempengaruhi ketidakpuasan dan tidak sebaliknya.

5.  Hubungan Ketidakhadiran dengan Prestasi Kerja
Selain dengan kepuasan kerja, ketidakhadiran juga mempunyai hubungan yang negatif dengan prestasi kerja. Bycio (1992) mengemukakan bahwa ketidakhadiran dapat mengakibatkan rendahnya kinerja.

6.  Hubungan Ketidakhadiran dengan Gaya Kepemimpinan
John dan Nicholson (1982) mengemukakan bahwa ketidakhadiran dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan terhadap ketidakhadiran itu. Para pemimpin akan memberikan sanksi pada karyawan yang jarang masuk dan akan mengurangi pemberian penghargaan kepada mereka.

7.  Pengaruh Karakteristik Individu dan Kerumitan Pekerjaan Terhadap Hubungan Kepuasan Kerja dengan Ketidakhadiran, Prestasi Kerja dan Gaya Kepemimpinan.
Hubungan antara kepuasan kerja dengan ketidakhadiran pada umumnya dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu, misalnya usia dan masa kerja (Nicholson, 1977), kerumitan pekerjaan (House dan Mitchell, 1974), dan gaya kepemimpinan (Clegg, 1983). Gaya kepemimpinan yang mendukung (supportive leadership) dapat menurunkan ketidakhadiran bagi pekerjaan yang sederhana dibandingkan dengan yang rumit.

8.  Alat ukur yang Digunakan
Terlepas dari apakah sebagai penyebab atau sebagai akibat, ketidakhadiran, sebagaimana halnya dengan keinginan untuk pindah, konsep ini juga perlu diukur dengan sejumlah pertanyaan jika data ketidakhadiran dari masing-masing responden sulit untuk diperoleh. Hammer dan Landau, 1982; Harisson dan Hulin, 1989 mengukur ketidakhadiran dengan menggunakan tiga macam data, yaitu:
- Waktu yang hilang (jumlah jam ketidakhadiran yang tidak dicatat)
- Frekuensi (jumlah waktu ketidakhadiran yang tidak tercatat)
- Ketidakhadiran yang tercatat (jumlah ketidakhadiran), data yang dipakai adalah data selama 12 bulan.

8.   Semangat Kerja
Pada dasarnya semangat kerja karyawan berhubungan dengan kebutuhan karyawan, apabila kebutuhan karyawan terpenuhi maka semangat kerja karyawan akan cenderung naik, untuk itu diperlukan usaha pemenuhan kebutuhan karyawan guna meningkatkan semangat kerja karyawan. Pentingnya semangat kerja dapat dilihat sebagai bagian fundamental dari kegiatan manajemen sehingga sesuatu dapat ditujukan kepada pengarahan potensi dan daya manusia dengan jalan menimbulkan, menghidupkan, menumbuhkan tingkat keinginan yang tingga serta kebersamaan dalam menjalankan tugas perorangan maupun organisasi.

Untuk membahas tentang semangat kerja, maka ada banyak definisi yang diungkapkan oleh para ahli tentang semangat kerja, diantaranya:
Semangat kerja sebagai setiap kesediaan perasaan yang memungkinkan seseorang bekerja untuk menghasilkan kerja lebih banyak dan lebih baik. (Hariyanti, 2005: 155). Sedangkan menurut Hasibuan (2009: 94), semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.  Semangat kerja atau moril adalah kesepakatan batiniah yang muncul dari dalam diri seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan mutu yang ditetapkan.(Danim, 2004: 48).

Jadi apabila mampu meningkatkan semangat kerja karyawan maka perusahaan akan memperoleh banyak keuntungan, pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan, kerusakan akan dikurangi, tingkat absensi dan keterlambatan akan dapat diperkecil, kemungkinan perpindahan karyawan akan dapat dikurangi dan sebagainya.



KESIMPULAN
Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu untuk mengatur hubungan dan peran tenaga kerja secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Manajemen SDM bertujuan untuk meningkatkan kontribusi pegawai terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan, dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen maupun sumber daya manusia. Hal ini dapat di pahami karena semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan, tergantung kepada manusia yang mengelola organisasi yang bersangkutan. Oleh sebab itu, sumber daya manusia tersebut harus dikelola agar dapat berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan organisasi. Selain itu perusahaan juga harus memberikan fasilitas-fasilitas yang memadai bagi karyawan untuk menumbuhkan rasa loyalitas yang besar terhadap perusahaan dan dapat mendorong kinerja karyawan menjadi lebih giat lagi.


DAFTAR PUSTAKA

Jumat, 31 Mei 2019

Opinion about TOEFL

TOEFL is an English language exam for college and/or work requirements abroad, especially in countries that use English as their language of instruction. Toefl measures our ability to communicate with others using English. Toefl is also a benchmark for getting a job easier and getting a job’s promotion. Toefl is useful for knowing the ability to think and use one's seriousness in communicating well with colleagues.  But toefl with a high score does not affect our personality because it depends on that person or not to communicate well with other people.  But the requirements of the company are very much seen from the ability of the toefl, not because of the skills someone has. In addition to the world of work, toefl is also used to enter college and also to get a scholarship from the college, as well as graduation requirements. So toefl is one of the important parts. Sometimes this toefl test is misused in the sense that if the person gets a high score then he will show off his score to his friend. Next, I think the most difficult toefl test is the listening section because I have to focus on hearing but, because i’m not fluent in English it becomes a difficulty to digest the words the narrator reads, and also because i’m not used to hearing their accents. I can better catched what is written in the text than what is spoken and must be heard. So that's my opinion about the function of toefl and what is the hardest part in toefl.  Thank you.

TOEFL Reading Comprehension

The Reading section measures test takers’ ability to understand university-level academic texts and passages. In English-speaking academic environments students are expected to read and understand information from textbooks and other types of academic material. Below are three possible purposes for academic reading.

Reading purposes include
1. Reading to find information
2. Basic comprehension
3. Reading to learn

Reading Section Format
The TOEFL iBT test includes three basic categories of academic texts.
- Exposition
- Argumentation
- Historical biographical/event narrative

Test takers do not need any special background knowledge to correctly answer the questions in the Reading section; all the information needed to answer the questions is contained in the passages.
Test takers must read through or scroll to the end of each passage before receiving questions on that passage.

Length of passage Number of passages and questions Timing
Approximately 700 words 3-5 passages
12-14 questions per passage 60-100 minutes

How to Solve Reading Comprehension <Tips & Trick>

Reading Comprehension is the ability to read the text, process it and understand its meaning. In addition, RCs are aimed at testing a candidates Knowledge of two elements i.e. Vocabulary and Text Comprehension.

And it is interesting to note that both these elements play a crucial role in the better understanding of the passage i.e. for understanding a text, one must have better knowledge of Vocabulary. But what is more complex and varied out of the above two elements is Text Comprehension.

The most common suggestion and approach is first read the entire passage and then answer the question that follows. Firstly let’s discuss this approach in detail. Try to make notes while solving/ reading RCs. It is crucial for locating the appropriate information and also acts as a mental bookmark, thus helping in a better understanding of the topic.

While making notes, one must look towards and identify the following things:
i) The subject of the passage – which/what is the precise thing the author, is talking about.
ii) The main idea of the passage – what the author is saying about the subject.
iii) The tone of the author of the passage - which is manner the author has adopted in the passage.

As soon as one figure out the above three things and central point of the passage, one will be familiar with the gist [GI – general Idea + S – Structure + T- Tone] of the passage. This will also help you to build a thematic composition and logical sequence of the passage. Thus it enables you to answer questions from particular parts of the passage.

Then what approach should one follow in an RC, below are some of the approaches that one must try.
1. Instead of reading the entire passage, read critically the first and last paragraph of the RC. Generally what the author is saying can be identified in the first few lines of the passage, which in case of longer passages becomes roughly 1/3rd of the passage. For the rest of the passage, examine hastily, what the author has said about the subject.

2. The next thing in this approach is to identify the structural words that tell you the important Ideas or Transitions in a passage. These structural words play a specific role in a sentence and paragraph. The most common structural words are given below:

Continuity Words Contrast Words Conclusion Words
Similarly Nonetheless Thus
Moreover However Therefore
Additionally But Hence
In the same way Although In summary
Likewise Despite In conclusion

These three kinds of words describe three roles that words can play in a paragraph.
For e.g.
- Continuity words: The author would support his point of view further.
- Contrast words: The author would introduce a contrarian point of view.
- Conclusion words: The author would sum up his argument so far.

3. Further, try to recognize the words that represent positive and negative role in the passage. These words will let you decide whether the author is for or against the subject. A few examples of such words are given below:
Positive Words Negative Words
Efficient Foul
Enthusiastic Alarming
Bright Detrimental
Fortunate Pessimistic
Passionate Stressful

4. Whenever a question is asked on a phrase given in the passage, just read the three lines above and below that phrase to have an idea of what is implicit from that phrase.

5. There are around 4-6 questions based on Synonyms and Antonyms, these questions can be answered if you have a good vocabulary and if your vocabulary is not good, then read the sentence in which the word is used to get a rough idea of the meaning of the word.

Generally, there are 2 ways in which an RC can be attempted which are given below:
1. PQ Approach (passage first, then the questions)
- Read the entire passage thoroughly first and then read the questions
- Skim & Scan through the passage and keep going back and forth with questions and passage
- Read the first 2 paragraphs, scan all the questions and see what you can answer, then read Paragraph 3 & 4, scan the questions and see what you can answer, then read Para 5& 6!!

2. QP approach (questions first, then the passage)
- Read all the questions with their answer options first and then the passage
- Read question 1 with all the options, then go through the entire passage to answer it. Then read question 2, go through the entire passage. Then question 3!
- Just read all the question stems, without reading the answer options. Then read the passage and try answering the questions by reading them with the options.

Directions: In this section you will read several passages. Each one is followed by a number of questions about it. You are to choose the one best answer, A, B, C or D, to each question. Then, on your answer sheet, find the number of the question and fill in the space that corresponds to the letter of the answer you have chosen.

Answer all questions about the information in a passage on the basis of what is stated or implied in that passage.

Sample Passage and Questions
  The railroad was not the first institution to impose
  regularity on society, or to draw attention to the
  importance of precise timekeeping. For as long as
Line merchants have set out their wares at daybreak and
(5) communal festivities have been celebrated, people have
  been in rough agreement with their neighbors as to the
  time of day. The value of this tradition is today more
  apparent than ever. Were it not for public acceptance of
  a single yardstick of time, social life would be unbearably
(10) chaotic: the massive daily transfers of goods, services,
  and information would proceed in fits and starts; the
  very fabric of modern society would begin to unravel.

Example I
What is the main idea of the passage?
     A. In modern society we must make more time for our neighbors.
     B. The traditions of society are timeless.
     C. An accepted way of measuring time is essential for the smooth functioning of society.
     D. Society judges people by the times at which they conduct certain activities.

The main idea of the passage is that societies need to agree about how time is measured in order to function smoothly. Therefore, you should choose answer C.

Example II
In line 7, the phrase "this tradition" refers to
     A. the practice of starting the business day at dawn
     B. friendly relations between neighbors
     C. the railroad's reliance on time schedules
     D. people's agreement on the measurement of time
The phrase "this tradition" refers to the preceding clause, "people have been in rough agreement with their neighbors as to the time of day." Therefore, you should choose answer D.

Reference:

https://www.examenglish.com/TOEFL/toefl_reading.html
https://www.etsglobal.org/Tests-Preparation/The-TOEFL-Family-of-Assessments/TOEFL-Sample-Tests/TOEFL-ITP-Sample-Test-Questions/Section-3-Reading-Comprehension
https://gradeup.co/how-to-solve-reading-comprehension-tips-and-tricks-i-a2e8d00b-f3f8-11e5-8e4f-df25bb768ed7_amp